Sumber Bisnis untuk Wedding Entrepreneur

Kiat Bisnis : Tip dari Top Vendor

Tips Mempertahankan Bisnis di Saat Industri Pernikahan Terdampak Pandemi COVID-19

[[ 1586138400 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 1,384 kunjungan


Virus COVID-19 yang sedang menyebar dengan cepat saat ini telah mempengaruhi ekonomi di seluruh dunia. Bisnis di industri pernikahan menjadi salah satu yang paling terdampak karena kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meminimalisir jumlah warga yang terinfeksi serta menurunkan angka kematian yang diakibatkan virus ini. Tentunya hal tersebut menjadi pertimbangan yang kuat untuk menunda atau membatalkan acara alih-alih melanjutkannya, namun beresiko dengan dipidana, baik pada pihak vendor maupun klien. Lantas, bagaimana cara agar mempertahankan bisnis dengan banyaknya perubahan ini? Gisela Setyawan selaku Business Director dari HILDA by Bridestory memberi beberapa tips mengenai hal ini, sebagai berikut:

1. Selalu dorong klien untuk menunda daripada membatalkan
Usahakan untuk menjelaskan kepada klien dampak dari membatalkan acara pernikahan mereka dibandingkan dengan menunda saja. Bila mereka membatalkan, bukan hanya mereka yang akan mengalami kerugian, namun juga para vendor-vendor yang terlibat. Hal ini dapat mengakibatkan banyak bisnis-bisnis lokal untuk gulung tikar. Pastikan bahwa Anda memberitahu klien bahwa Anda dan tim akan senantiasa mendukung perubahan-perubahan yang harus mereka lakukan dalam penundaan acara mereka.

2. Siapkan alternatif bila klien memutuskan untuk membatalkan
Untuk berjaga-jaga apabila klien Anda memutuskan untuk membatalkan, berikanlah mereka alternatif untuk mengubah layanan yang mereka sudah pesan saat ini. Misalnya, untuk venue dan katering, tawarkan untuk merayakan acara lain seperti pemberkatan saja atau pengajian. Bagi vendor fotografi dan videografi, Anda bisa menawarkan untuk melayani acara simpel, seperti pemotretan prewedding dan pemotretan keluarga.

3. Lebih fleksibel dalam pemesanan yang berkaitan dengan COVID-19
Tentunya banyak sekali pemesanan yang harus berubah dikarenakan pandemi COVID-19 ini. Pastikan bahwa term and conditions atau syarat dan ketentuan Anda selalu fleksibel dalam perubahan-perubahan ini mengingat sang klien pun tidak memiliki jalan lain. Misalnya, bagi vendor katering, biasanya klien akan meminta untuk mengubah dari jamuan prasmanan menjadi hidangan yang dikemas (nasi kotak) dan dapat dibawa pulang oleh tamu.

4. Fokus pada cashflow dan bukan profitabilitas
Gisela menyarankan agar para vendor fokus pada aliran keuangan yang lancar dibandingkan keuntungan secara garis besar. Ia mereferensikan salah satu petunjuk dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (KEMENKOPUKM) yang mengenai hal ini.
Pertama, identifikasilah pengeluaran yang tidak perlu. Hal tersebut harus segera dihentikan atau dikurangi sampai level paling minimum. Kemudian, perhatikan kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk saat ini dalam menghadapi COVID-19 yang berupa relaksasi pajak atau penghapusan, dan mulailah menghitung berdasarkan kebijakan tersebut. Selanjutnya, lakukan cuci gudang untuk seluruh inventory atau stok yang ada (flush inventory). Dari hasil pemeriksaan tersebut, lakukan investasi pengeluaran untuk mengubah stok barang yang tidak laku menjadi barang jualan yang paling mudah terjual.
Anda dapat bernegosiasi dengan pemilik tempat atau bank mengenai keringanan yang bisa diterima saat ini. Jangan lupa tetap beriklan di media sosial yang gratis walaupun dalam keadaan seperti ini. Kekompakan antara pengusaha dan karyawan menjadi salah satu hal yang paling penting pada saat ini, ajaklah semua pihak untuk berdiskusi mengenai cara menghadapi situasi ini dan untuk bertahan untuk paling tidak tiga bulan lagi.

5. Adakan rapat dengan klien tanpa harus bertemu
Salah satu hal yang harus Anda lakukan segera juga berdiskusi dengan para klien mengenai situasi saat ini. Alih-alih mengadakan rapat dengan bertemu secara langsung, Anda dapat menjadwalkan rapat via telpon atau secara online. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko terinfeksi virus COVID-19.

Terakhir, Gisela menyarankan baik para vendor maupun klien untuk tidak melanjutkan pengadaan acara pernikahan massal karena adanya kebijakan baru yang dapat membahayakan semua pihak yang terlibat. Ada dua peraturan baru mengenai hal tersebut yang perlu diperhatikan oleh pemilik bisnis pernikahan:

Perpanjangan penutupan sementara usaha hiburan di DKI Jakarta
Beberapa waktu yang lalu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sudah menutup 14 kegiatan usaha untuk mengendalikan penularah wabah virus COVID-19. Penutupan sementara tersebut diperpanjang dan ditambahkan bidang usaha lainnya, yaitu Rekreasi Olahraga (GOR), Usaha Jasa Salon Kecantikan/Jasa Perawatan Rambut, dan Penyelenggaraan Kegiatan MICE/Ballroom/Balai pertemuan. Hal ini tertuang secara resmi dalam Surat Edaran (SE) Nomor 184/SE/2020 tentang Perpanjangan Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata dalam Upaya Kewaspadaan terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) yang berlaku sejak tanggal 3 hingga 19 April 2020.

Maklumat Kapolri
Di akhir bulan Maret 2020 yang lalu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis mengeluarkan Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona Nomor: Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020. Secara garis besar, isinya berupa kebijakan-kebijakan baru tentang pengadaan aktivitas massal, di mana terdapat sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melanggar. Seperti ini isinya:

1. Bahwa mempertimbangkan situasi nasional terkait dengan cepatnya penyebaran Covid-19, maka pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan secara baik, cepat, dan tepat agar penyebarannya tidak meluas dan berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

2. Bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), dengan ini Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Maklumat:

a. baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu:

1) Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;

2) Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;

3) Kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan;

4) Unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta

5) Kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

b. Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah;

c. Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19;

d. Tidak melakukan pembelian dan atau menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan;

e. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat; dan

f. Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan Maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian Maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Ikuti Percakapan
BACA [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Komentar
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]