Sumber Bisnis untuk Wedding Entrepreneur

Kiat Bisnis : Branding

15 Tip Mudah Untuk Meningkatkan Eksistensi Bisnis Anda di Media Sosial

[[ 1555380000 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 394 kunjungan

Tidak dipungkiri jika saat ini media sosial merupakan cara terbaik untuk memasarkan produk maupun servis Anda. Selain mudah, biaya yang dibutuhkan juga tidak banyak. Dua ahli media sosial Bridestory, Mazaya Pramudita selaku Social Media Manager dan Dea Ovelia selaku Digital Marketing Executive, berbagi 15 tips memaksimalkan eksposur brand Anda di Instagram dan Facebook.

  1. Tonjolkan keunikan bisnis Anda
    Tentunya setiap vendor pernikahan memiliki keunikan masing-masing yang membedakan dengan vendor lain. Oleh karena itu, menonjolkan portfolio Anda di media sosial merupakan cara paling ampuh memperkenalkan bisnis Anda lebih luas lagi. Jika Anda belum memiliki banyak portfolio, unggah keunikan servis atau produk Anda sebanyak-banyaknya.
  2. Unggah di waktu yang tepat
    Tahukah Anda jika hari kerja merupakan waktu yang paling tepat untuk mendapatkan eksposur? Ya, Senin - Jumat pukul 8 hingga 9 pagi serta jam makan siang, yaitu pukul 12 hingga 1 siang merupakan primetime Anda untuk mengunggah materi media sosial.
  3. Gunakan fotografi sebagai visual utama
    Baik Facebook maupun Instagram, visual yang berupa fotografi memiliki daya tarik yang lebih besar daripada visual berupa ilustrasi. Jika yang ingin Anda unggah adalah poster promosional, pastikan elemen utamanya adalah fotografi dengan teks yang tidak dominan.
  4. Buat caption yang atraktif dan interaktif
    Tuliskan kalimat seandainya Anda sedang berbicara langsung kepada calon klien, misalkan dengan sebuah kalimat tanya. Akhiri dengan teks yang bersifat call to action, seperti "tap dua kali jika Anda setuju" atau "komen jika Anda punya ide berbeda" sehingga netizen tertarik untuk mengikuti/menyukai/memberi komentar yang bisa menaikkan level engagement Anda.
  5. Panjang caption tidak berlebihan & selalu sertakan visual
    Sebaiknya caption berisi kata-kata yang tidak bertele-tele dan langsung menyampaikan pesan yang dimaksud. Misalnya, untuk Facebook, usahakan caption disampaikan dalam tiga kalimat. Selain itu, selalu sertakan beberapa visual, tidak hanya satu, untuk lebih menarik likes.
  6. Manfaatkan fitur promosi di Instagram
    Sebagai vendor pernikahan, tujuan unggahan media sosial Anda tentulah untuk membuat audience tertarik memulai percakapan lebih lanjut tentang jasa atau produk Anda. Oleh karena itu, maksimalkan performa Instagram Anda karena media sosial ini memiliki fitur yang bisa langsung menghubungkan netizen dengan situs mikro, surel, dan nomor WhatsApp Anda, maupun direct message.
  7. Gunakan perangkat pemasaran digital untuk membuat strategi
    Masing-masing Instagram dan Facebook memang memiliki fitur untuk mengomersilkan unggahan Anda, namun gunakan perangkat aplikasi khusus untuk lebih mematangkan strategi pemasaran digital, salah satunya Business Manager. Registrasinya tidak dipungut biaya. Anda hanya perlu membayar setiap unggahan yang ingin Anda iklankan dengan biaya paling rendah sebesar US$ 5 per unggahan.
  8. Hindari terlalu banyak teks pada gambar
    Salah satu rumus berharga dari dunia pemasaran digital adalah 20% teks, 80% visual. Artinya, jika Anda menggunakan unggahan gambar pada Instagram maupun Facebook, pastikan teks tidak mendominasi gambar. Pada aplikasi Business Manager, terdapat fitur yang menganalisis kelayakan unggahan gambar. Jika tetap menginginkan adanya teks pada gambar, cukup letakan judul atau inti dari pesan Anda. Anda bisa melanjutkan pesan tertulis pada caption.
  9. Manfaatkan topik yang sedang tren
    Tidak ada salahnya menggunggah ulang sebuah unggahan yang sedang tren dari akun lain, asalkan kontennya masih berelasi dengan brand Anda. Misalnya, jika Anda bergerak di bidang busana pengantin, Anda dapat menggunggah foto pernikahan royal Kerajaan Inggris dengan caption yang menyatakan jika Anda sangat terinspirasi dengan gaun sang pengantin. Euforia akan topik yang tren tersebut niscaya akan membawa Anda pada likers dan followers baru.
  10. Like, follow atau komentari akun lain
    Perlihatkan eksistensi brand atau bisnis Anda dengan mengikuti/menyukai akun, atau/dan mengirimkan like maupun komentar pada unggahan-unggahan yang telah memiliki engagement tinggi. Akun maupun unggahan ini tentunya yang harus berelasi dengan dunia pernikahan atau jenis usaha Anda. Dengan mengumbar eksistensi Anda, akan semakin banyak orang mengetahui, bahkan balik mengikuti profil Anda.
  11. Maksimalkan Instagram Stories
    Di tahun 2018 tercatat pengguna Instagram Stories mencapai 500 juta akun. Sepertiga dari itu merupakan unggahan populer berupa iklan dari pelaku bisnis. Fitur ini juga membantu Anda untuk menginfokan hal-hal baru dari bisnis Anda secara tepat waktu karena tampilannya berdasarkan waktu pengunggahannya.
  12. Gunakan tagar secara efektif
    Penggunaan tagar memudahkan pengguna mencari unggahan yang spesifik di Instagram. Agar tidak terlihat "mengganggu" caption, letakkan tagar di kolom komentar dan jangan menggunakan lebih dari 25 tagar. Selain itu, sertakan lokasi Anda, kota lebih baik, di salah satu tagar agar unggahan Anda semakin dekat dengan target pasar.
  13. Gunakan bahasa lokal
    Tentukan lokasi target pasar Anda dan gunakan bahasa lokal agar Anda semakin "dekat" dengan calon klien. Jika target pasar Anda adalah beberapa kota atau negara dengan bahasa ibu yang berbeda-beda, Anda bisa menggunakan satu bahasa internasional yang dikuasai oleh para netizen di area tersebut.
  14. Serasikan tampilan profil Instagram
    Jika seorang pengguna tertarik dengan sebuah unggahan, namun belum mengikuti akun Anda, besar kemungkinan dia akan membuka profil untuk melihat seberapa menariknya akun Anda. Oleh karena itu, atur unggahan-unggahan Anda seartistik dan seatraktif mungkin, seperti mengatur grid foto-foto agar berwarna senada atau membentuk sebuah visual tertentu, untuk menarik pengikut-pengikut baru.
  15. Lakukan tes promosi dengan objektif berbeda-beda
    Untuk benar-benar mengetahui audience Anda, jangan berhenti untuk mencoba objektif fitur promosi yang berbeda-beda. Sebagai contoh: jika Anda sudah pernah mempromosikan unggahan dengan objektif bertarget audience perempuan, usia 25 - 35 tahun, dan lokasi di Jakarta, di waktu berikutnya lakukan promosi lagi dengan objektif berbeda, misalnya target audience ditambahkan laki-laki dan lokasi diperluas hingga Tangerang atau Singapura. Dengan membandingkan banyak likes dan komentar yang didapat, Anda jadi bisa mengetahui profil audience mana yang meningkatkan performa akun Anda.


Ikuti Percakapan
BACA [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Komentar
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]