Sumber Bisnis untuk Wedding Entrepreneur

Kiat Bisnis : Marketing

8 Tip untuk Menyiasati Algoritma Baru di Facebook & Instagram

[[ 1519603200 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 11k kunjungan


Tahun baru selalu diwarnai dengan perubahan, hal ini juga dilakukan oleh Facebook dan Instagram – dua jaringan media sosial terbesar saat ini. Facebook baru saja mengumumkan bahwa mereka telah membuat sebuah algoritma baru untuk News Feed mereka. Terlebih lagi, Instagram juga telah mengadopsi algoritma baru untuk Feed mereka. Seperti yang banyak diungkapkan, hal ini menjadi kendala baru bagi pemilik akun bisnis. Di artikel ini, kami akan mengungkap perubahan-perubahan baru dan bagaimana kiat untuk menyiasati perubahan algoritma tersebut agar tidak membawa dampak buruk bagi akun bisnis Anda.

Algoritma Baru Facebook
Facebook memiliki rata-rata pengguna aktif mencapai 1.4 juta dan merupakan media sosial yang paling sering digunakan sejauh ini. Perbaharuan algoritma mereka menjadi hal yang paling sering dibicarakan tahun ini, bukan hanya oleh pengguna bisnis dan media, namun juga pengguna Facebook pribadi. Melalui pernyataan yang dirilis oleh Mark Zuckerberg – Founder, Chairman dan CEO Facebook, bahwa ia berniat untuk meningkatkan interaksi sosial diantara pengguna Facebook. Melihat peningkatan Pages (akun bisnis resmi) memenuhi News Feed berbagai pengguna, ia menyatakan bahwa News Feed "harus mendorong interaksi yang berarti."

Berikut sekilas pernyataan Zuckerberg yang disebarkan melalui Facebook:

"Kami melakukan perubahan besar terkait bagaimana kami mendirikan Facebook. Saya mengubah target yang telah saya berikan kepada tim produk kami dari berfokus untuk membantu Anda menemukan konten yang relevan menjadi membantu Anda menjalin interaksi sosial yang lebih berarti.

Kami mulai mengarahkan perubahan ke tujuan baru ini sejak tahun lalu, namun akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk fokus ini dapat diterapkan di seluruh produk kami. Perubahan pertama yang akan Anda alami berada pada News Feed, dimana Anda dapat melihat lebih banyak (feeds) dari teman, keluarga dan grup.

Selama kami menerapkan ini, konten publik seperti post bisnis, brands dan media akan berkurang. Dan konten publik yang Anda lihat akan diberikan standard yang sama – ini harusnya mendukung interaksi yang berarti diantara setiap orang."

Untuk membaca pernyataan lengkapnya klik di sini.

Jika Anda bertanya-tanya mengapa algoritma tersebut diubah? Hal ini disebabkan oleh banyaknya penyebaran berita dan info hoax melalui Facebook, terutama pada pemilu AS pada 2016 di mana pesan ungkapan kebencian (hate speech) banyak menjadi viral. Oleh karena itu, hal ini mendorong Zuckerberg dan eksekutif Facebook lainnya untuk membuat algoritma baru untuk melawan isu ini. Meski demikian, perubahan ini sangat mempengaruhi pengguna akun bisnis. Para pelaku bisnis, penerbit dan media harus beradaptasi dan menemukan solusi baru untuk memastikan konten mereka akan tetap dapat diakses oleh konsumen dan calon konsumen.

Apa dampaknya bagi akun vendor pernikahan?
Dengan perubahan algoritma, kebanyakan merk dan penerbit mulai merasa gelisah. Hal ini berarti bahwa mereka harus menghabiskan lebih banyak biaya untuk memasang Facebook Ads, yang juga berarti meningkatkan pengeluaran digital marketing mereka. Jika tidak, post mereka melalui akun bisnis atau Fan Page akan ditekan, sehingga unggahan mereka mungkin tidak akan sampai kepada audiens yang dituju. Lalu bagaimana jika Anda tidak dapat mengorbankan pendapatan untuk berinvestasi dalam Facebook Ads? Hal ini dapat menjadi kendala besar, namun hal ini tetap bisa diatasi. Vendor pernikahan dapat mencari cara baru untuk berevolusi dengan algoritma ini melalui pemanfaatan kelemahan algoritma tersebut.

Algoritma terbaru Instagram
Selanjutnya mari kita bahas Instagram yang mengandalkan visual. Walaupun belum ada pengumuman resmi dari perusahaan ini sendiri, banyak orang menspekulasikan bahwa akan ada pembaruan algoritma yang terlihat atau bahkan dirasakan oleh berbagai pengguna Instagram. Pengguna Instagram mulai merasakan perubahan melalui Feed mereka yang menampilkan post dari 22 jam yang lalu, bahkan hingga 6 hari yang lalu. Hal ini mengkonfirmasi dugaan para pengguna Instagram, baik untuk kepentingan pribadi ataupun bisnis.

Berdasarkan berbagai sumber media, inilah yang terjadi dengan algoritma baru Instagram:

  • Ketika Anda menyebarkan post, Instagram hanya akan menyebarkan post itu kepada 10% audiens Anda.
  • Jika dalam jangka waktu 10 menit post Anda mendapatkan reaksi yang kuat – baik dengan like, komentar atau direct shares, Instagram akan menyebarkannya kepada 90% audiens Anda yang lain.
  • Terlebih lagi, jika post terus mendapatkan respon positif, post tersebut akan ditambahkan pada bagian Explore.

Apa dampaknya terhadap vendor pernikahan?
Untuk para vendor pernikahan yang bergantung dengan Instagram untuk promosi atau sekedar mengenalkan diri pada masyarakat, dapat kami nyatakan bahwa hal ini akan mempengaruhi interaksi Anda. Faktanya, Anda dapat menemukan beberapa post Anda tidak mendapatkan respons sebaik post lainnya. Hal ini dikarenakan post Anda banyak disukai followers Anda; apa yang terjadi ketika mereka menyukai konten Anda? Mereka memberi 'love' pada post Anda, yang mendorong algoritma Instagram untuk menyebarkan post itu ke 90% followers Anda yang belum melihat post tersebut. Hal ini berarti tidak semua post menjangkau seluruh followers Anda. Ditambah lagi, followers Anda dapat mengira Anda tidak mengunggah konten baru di Instagram, kecuali mereka membuka profil Anda.

Tip untuk menyiasati perubahan algoritma
Dengan semua perubahan ini, kami telah menyiapkan beberapa solusi yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi algoritma yang baru. Simak tip kami di bawah ini.

1. Interaksi secara langsung
Berdasarkan kesimpulan kami, Facebook menginginkan pengguna mereka untuk melakukan lebih banyak interaksi sosial dengan keluarga, teman dan orang-orang terdekat. Sekarang, bagaimana hal ini dapat diaplikasikan pada akun bisnis milik vendor pernikahan? Interaksi yang lebih dekat dibandingkan promosi dapat menjadi solusi. Hindari post yang memiliki konten promosi atau hanya sebagai portofolio Anda, hal ini tidak mencerminkan interaksi yang diinginkan algoritma sekarang. Sebagai gantinya, berinisiatiflah untuk menyebarkan sedikit informasi tentang Anda, perusahaan Anda, dan hal-hal di baliknya. Followers Anda akan lebih mengapresiasi Anda dengan mengetahui secara personal anggota tim Anda dan seluk beluk bisnis Anda.

2. Konten yang memukau masih menjadi kunci utama
Hal yang menciptakan interaksi yang baik diantara followers Facebook dan Instagram Anda adalah apakah konten yang Anda sebarkan sesuai dan memiliki hubungan dengan diri mereka. Baik berupa foto, video, atau bahkan karya, kami menyarankan Anda untuk menyebarkan konten yang dinikmati dan menyentuh followers Anda. Selain itu, dengan pengetahuan bahwa rentang perhatian manusia hanya hitungan detik, ungkapan populer 'less is more' dapat diterapkan dalam membuat konten yang baik. Buatlah konten yang pendek, sederhana dan menyentuh. Cara lain adalah untuk menciptakan captions yang interaktif di bawah konten Anda, sehingga dapat mendukung interaksi, baik berupa likes, komentar, ataupun shares.

3. Maksimalkan fitur Stories
Hal terbaik dari Stories adalah susunan yang kronologis! Berdasarkan observasi kami, sebagian pengguna menggunakan Stories mereka untuk memberikan cuplikan dari post terbaru. Caranya adalah: ambil screenshot profil mereka, unggah kembali dalam Stories mereka, sembunyikan post terbaru itu, dan sebarkan! Tapi yang lebih menarik, walaupun Anda khawatir menyebarkan gambar yang 'jelek' pada feed, Anda dapat memaksimalkan Stories untuk menyebarkan produk yang sedang Anda kerjakan, bagaimana hari Anda, dan jika membicarakan bisnis, sertakan juga promosi atau bingkisan! Melalui Stories, Anda dapat melakukan apa saja!

4. Gunakan fitur LIVE!
Kami menyarankan Anda untuk tampil secara Live! Hal ini lebih menarik dibandingkan posting biasanya dan dapat digunakan di Facebook dan Instagram. Anda dapat memilih dari kedua akun mana yang memiliki followers yang lebih banyak dan melakukan rekaman live. Gunakan posting biasa atau Stories untuk mengumumkan jadwal siaran live Anda dan apa yang akan Anda lakukan selama siaran itu berlangsung.. Pilihan lain adalah dengan memberikan cuplikan di balik layar, tutorial singkat bagaimana membuat mahkota dari bunga untuk bachelorette party atau bahkan dengan membicarakan hidup Anda selama menjadi vendor pernikahan. Interaksi ini sangatlah berarti dan menanamkan hubungan personal dengan followers Anda yang dapat menimbulkan loyalitas.

5. Belajarlah untuk membuat Ads
Terdapat spekulasi di internet bahwa perubahan algoritma ini, terutama pada Facebook, adalah cara Facebook untuk mendorong para pebisnis untuk mengeluarkan uang untuk membuat Ads (iklan), sehingga post mereka dapat muncul di News Feed para pengguna Facebook. Hal ini juga berlaku bagi Instagram. Jadi jika Anda yang memiliki biaya lebih untuk dialokasikan pada strategi marketing digital, pelajari bagaimana membuat Ads yang efektif di Facebook dan Instagram. Hal ini akan membantu Anda memperkenalkan merk atau promosi yang sedang Anda lakukan.

6. Unggah post ketika audiens sedang aktif
Tip ini diutamakan untuk Instagram, karena pada awalnya mereka hanya menyebarkan post Anda kepada 10% followers Anda, jadi akan lebih baik jika Anda mengunggah post ketika mereka sedang aktif di Instagram. Salah satu contohnya adalah pada waktu pulang/pergi kerja! Ini adalah waktu terbaik bagi orang-orang untuk melihat-lihat feed Instagram mereka dan menekan tombol like. Fakta mengejutkan yang kami temukan adalah ketika orang-orang baru bangun tidur, mereka tidak hanya mengecek pesan, tapi juga media sosial mereka. Jadi, pastikan bahwa Anda mengunggah post pada waktu para followers Anda sedang aktif untuk mendapatkan interaksi yang maksimal.

7. Jangan lupa gunakan # hashtag
Hashtag sudah digunakan sejak lama sebagai salah satu trik pemasaran yang efektif di Instagram. Namun, seiiring berjalannya waktu, pengguna hashtag semakin berkurang. Bahkan, jika Anda menggunakan 30 hashtag, post tersebut akan ditandai sebagai spam. Jadi kebanyakan bisnis menggunakan maksimal 10 hashtag, untuk membuat post relevan dan tidak mengganggu tampilan dengan banyaknya hashtag yang tergabung dalam satu post. Hal ini juga menjadi ide bagus untuk menggunakan hashtag Anda sendiri. Sebagai contoh, sebuah vendor yang bernama 'Amore Photography' dapat menggunakan #capturedbyAmore sebagai hashtag khas mereka.

8. Ciptakan hubungan yang dekat & komunitas
Apakah Anda bertanya-tanya mengapa tip ini juga relevan dalam menghadapi perubahan algoritma? Jawabannya adalah ketika Anda membangun hubungan yang dekat dengan followers Anda, termasuk klien lama dan teman, mereka akan menjadi kelompok pendukung yang akan menciptakan interaksi dalam konten Anda. Dengan cara yang sama, buatlah komunitas sebagai kelompok pendukung yang membantu Anda meningkatkan interaksi dalam konten. Bukan hanya itu, Anda juga bisa meminta saran terkait konten yang mereka inginkan, jadi Anda dapat meningkatkan konten dan membuat konten lebih relevan dan dinikmati oleh followers Anda.

Dengan perubahan-perubahan tersebut, tidak dapat dipastikan bagaimana dampak terhadap pemasaran media sosial bagi setiap orang. Karena bukan hanya berdampak bagi bisnis besar, namun juga pada bisnis kecil seperti Anda, sebagai vendor pernikahan. Sehingga, kami berharap dengan tis ini, Anda dapat menyiasati dan memanfaatkan kedua media sosial terbesar secara efisien.

Bagaimana pendapat Anda tentang perubahan algoritma ini? Bagikan pendapat Anda dan cara Anda menghadapinya.

Ikuti Percakapan
BACA [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Komentar
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]