Sumber Bisnis untuk Wedding Entrepreneur

Kiat Bisnis : Relasi dengan Klien

Beberapa Tantangan Persiapan Pernikahan Modern dan Intimate yang Kerap Dihadapi Vendor

[[ 1562032800 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 546 kunjungan


Mengadakan pernikahan berukuran besar dianggap sebagai budaya pokok di Indonesia. Pernikahan yang mengundang 600 hingga 800 tamu dianggap normal. Bila tamu yang datang lebih banyak dari yang direncanakan, hal tersebut dianggap sebagai suatu keberhasilan. Namun, menurut perkiraan tren pernikahan kami baru-baru ini, generasi millennial lebih tertarik pada pernikahan berukuran kecil yang lebih intim daripada budaya pernikahan gaya Indonesia yang besar-besaran. Sebuah artikel dari The Knot mengungkapkan alasan mereka yang ingin mengadakan intimate wedding adalah biaya per tamu untuk mengadakan pernikahan telah meningkat secara signifikan. Ini membuktikan bahwa generasi yang lebih muda sudah sadar secara finansial bahwa pernikahan berukuran kecil bisa lebih bermanfaat bagi masa depan mereka.

Selain menjadi lebih cerdik secara finansial, mengadakan intimate wedding juga berarti berkurangnya resiko stres selama persiapan pernikahan karena tidak banyak embel-embel yang diperlukan dalam intimate wedding dan kedua mempelai juga dapat menikmati kebersamaan dengan para tamu. Namun, walaupun dengan argumen-argumen tersebut, memiliki intimate wedding yang modern masih memiliki tantangan, baik untuk klien maupun untuk vendor.

1. Waspadai tamu tambahan

Poin utama dari intimate wedding adalah memiliki sejumlah kecil tamu, sekitar 50 hingga 300 tamu. Ini adalah konsep yang sulit untuk dipahami oleh mereka yang terbiasa dengan pernikahan besar di Indonesia. Jika klien Anda menginginkan jumlah tamu yang sedikit, Anda dapat membatasi jumlah tamu yang diundang ke pernikahan dengan menerapkan metode reservasi. Reservasi undangan pernikahan memang belum umum di Indonesia. Biasanya, kedua mempelai akan mengirimkan undangan dan tamu yang menerima tersebut tidak perlu mengonfirmasi apakah mereka akan datang dan berapa banyak orang yang akan tamu tersebut ajak. Akibatnya, jumlah tamu membengkak, jumlah makanan yang kurang, serta venue yang mungkin tidak cukup untuk menampungnya. Terlebih lagi, pasangan pengantin yang awalnya menginginkan intimate wedding mungkin tidak akan nyaman dengan situasi tersebut. Dengan meminta tamu yang diundang untuk melakukan reservasi, Anda dapat menghindari risiko bengkaknya jumlah tamu yang datang ke pernikahan. Reservasi biasanya juga membatasi berapa banyak orang yang dapat diajak per undangan untuk mencegah banyaknya tamu tambahan.


2. Konflik klien dan orang tuanya

Konflik dalam keluarga klien dalam persiapan pernikahan juga dapat memengaruhi vendor. Anda akan terpecah belah dengan pihak mana yang harus diambil, dan pembuatan keputusan akan lebih lama karena mereka memiliki pandangan yang berbeda. Intimate wedding memang sudah menjadi tren, tetapi mayoritas orang tua Indonesia mungkin belum terbiasa dengan tren ini. Gagasan pernikahan besar masih menjadi bagian dari budaya mereka, maka mengadakan intimate wedding untuk anak-anak mereka bertentangan dengan budaya tersebut. Selain itu, gagasan jumlah undangan yang terbatas kemungkinan akan mengecewakan mereka. Sebagai vendor, tentu bukan ranah Anda untuk ikut campur menyelesaikan konflik. Akan tetepi, Anda dapat menunjukkan beberapa proyek intimate wedding yang pernah Anda lakukan atau membagikan tautan artikel intimate wedding dari blog kami kepada orang tua klien. Ketika mereka melihat betapa meriahnya berbagai intimate wedding yang pernah dilaksanakan, perlahan mereka mungkin bisa menerima gagasan tren ini untuk anak-anak mereka.


3. Hiburan selama acara

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, pernikahan intim sangat berbeda dari pernikahan Indonesia yang biasa. Dalam pernikahan Indonesia, para tamu datang dan langsung berbaris untuk menyambut pengantin baru serta orang tua pengantin di atas panggung. Setelah itu, para tamu makan dari prasmanan yang tersedia, kemudian pulang. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan pada dua hal ini, serta untuk bergaul dengan tamu lain sembari menyantap makanan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan konsep intimate wedding, di mana lebih masuk akal untuk menyajikan menu makan per tamu daripada prasmanan (prasmanan biasanya memiliki jumlah minimum pax yang melebihi ukuran intimate wedding). Selain itu, makan di meja makan membuat sosialisasi antar tamu menjadi lebih mudah. Sejumlah hiburan harus diadakan agar para tamu tidak hanya duduk untuk makan selama acara. Pada waktu makan, Anda dapat mempersilakan beberapa tamu terhormat atau orang-orang spesial untuk menyampaikan pidato kepada pasangan pengantin, atau menyumbangkan lagu. Setelah makan malam, musik dan tarian adalah ide yang bagus untuk memeriahkan acara. Banyak pula permainan yang bisa dilakukan pasangan pengantin dengan satu sama lain, atau dengan para tamu juga.


4. Pilihan venue dan dekorasi

Jika klien Anda memilih untuk mengadakan intimate wedding, ada kemungkinan besar mereka lebih memilih dekorasi sederhana untuk menghemat biaya. Vendor dekorasi biasanya memiliki paket minimum, tidak peduli seberapa besar ukuran venue-nya, sehingga klien Anda mungkin harus membayar harga dekorasi yang setara dengan ukuran pernikahan biasa. Jika mereka tidak nyaman dengan hal ini, Anda dapat merujuk mereka untuk memilih venue yang sudah memiliki interior yang dekoratif, seperti Plataran Indonesia, sehingga hanya perlu tambahan bunga segar untuk hiasan. Pada intimate wedding, para tamu akan duduk di meja makan, maka Anda harus fokus pada pengaturan meja. Jangan lupa bahwa berfoto-foto dalam pernikahan adalah kegemaran tamu, berikan latar atraktif agar para tamu dapat mengambil foto. Alternatifnya adalah menyewa vendor photobooth, seperti LOL Photobooth, yang memiliki banyak pilihan latar foto sesuai tema yang diinginkan.


Ikuti Percakapan
BACA [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Komentar
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]