Sumber Bisnis untuk Wedding Entrepreneur

Kiat Bisnis : Branding

Tips Memilih Nama yang Tepat untuk Bisnis Baru Anda

[[ 1568080800 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 346 kunjungan

Memikirkan nama untuk bisnis Anda mungkin tidak tampak seperti hal yang rumit. Namun, nama yang Anda pilih akan selamanya melekat pada pencitraan bisnis Anda. Hal tersebut juga akan menjadi identitas yang dipikirkan oleh para pelanggan, pemegang saham, dan seluruh dunia saat mereka mendengar nama yang telah Anda pilih. Karena itu, brainstorming untuk menemukan nama yang sempurna merupakan proses yang krusial, dan kami memiliki tips yang tepat untuk membantu Anda.

Buat Nama yang Sederhana dan Menarik

Terdapat banyak perusahaan multi-miliar internasional yang memiliki nama-nama sederhana dan mudah diingat seperti Nike, Amazon, Apple, dan lainnya. Semua nama ini bergulir secara natural dari lidah serta tidak sulit untuk mengucapkannya. Aspek inilah yang harus disamakan dengan nama bisnis Anda. Idealnya, nama bisnis Anda tidak memiliki lebih dari dua kata sehingga mudah diingat.

Selain itu, nama bisnis Anda tidak boleh terlalu sulit untuk dieja. Hindari menggunakan bahasa yang tidak familiar sebagai nama bisnis Anda, meskipun menurut Anda hal tersebut mungkin menambah kepribadian. Banyak nama bisnis dalam industri pernikahan yang berasal dari bahasa Prancis. Namun, tidak mudah bagi orang-orang untuk terbiasa dengannya. Faktanya adalah bahwa semakin rumit nama bisnis Anda, semakin banyak upaya yang harus Anda keluarkan untuk branding sehingga orang-orang tidak salah dalam mengeja atau mengucapkannya.

Ada banyak cara untuk membuat nama bisnis Anda menarik. Anda dapat menggunakan akronim atau konsonan yang sama, seperti huruf R di Rollover Reaction. Anda juga dapat menggunakan kata yang paling menggambarkan bisnis Anda kemudian menghapus salah satu huruf vokal di kata tersebut, seperti 'plataran' di Plataran Indonesia yang berasal dari kata 'pelataran'.

Jangan Pilih Nama yang Generik

Nama bisnis Anda tentu harus unik. Tanpa keunikan, nama bisnis Anda tidak akan menarik, membangkitkan minat, maupun cepat diingat. Misalnya, bila bisnis Anda adalah membuat undangan pernikahan, menamai bisnis Anda 'Undangan Cantik' terkesan terlalu umum dan membosankan. Nama seperti itu juga mudah dilupakan. Jika Anda menggali lebih dalam mengenai apa yang ingin Anda sampaikan dan mengapa Anda terjun ke bisnis pembuatan undangan pernikahan, Anda mungkin akan menemukan nama yang lebih baik.

Kami tidak menyarankan Anda untuk menyebut nama bisnis Anda dengan nama Anda, kecuali jika Anda adalah seorang desainer yang ingin memberi label pada desain-desain Anda, seperti Asky Febrianty, MERRAS, serta Myrna Myura. Menamai bisnis Anda dengan nama Anda mengurangi unsur orisinalitas, dan Anda tentu tidak tahu berapa banyak di luar sana yang memiliki nama yang sama dengan Anda. Misalnya, menamai bisnis Anda 'Kue Stephanie' mungkin terdengar bagus, tetapi nama tersebut sangat populer sehingga banyak yang akan menemukan nama yang sama.

Untuk memastikan bahwa nama bisnis Anda tidak terlalu umum dan biasa-biasa saja, Anda dapat melakukan riset di mesin pencarian internet dan media sosial untuk mengetahui apakah ada bisnis lain yang memiliki nama serupa. Jika Anda ingin melakukan riset lebih jauh, uji nama bisnis Anda pada tool "find keyword" di Google AdWords. Tool ini akan menampilkan daftar frasa yang mirip, bersama dengan pencarian global dan bulanan pada kata-kata yang Anda masukkan. Ini merupakan cara yang bagus untuk melihat bila ada nama serupa yang mendapatkan lebih banyak perhatian yang dapat mempersulit branding Anda di masa depan.

Arti di Balik Nama

Tentu saja, tidak setiap nama perlu memiliki makna filosofis yang mendalam. Namun, seiring dengan berkembangnya bisnis Anda, banyak yang akan ingin mengetahui mengapa Anda memilih nama tersebut, dan Anda harus bersiap untuk menjawabnya. Memasukkan makna di balik nama bisnis Anda juga dapat terlihat baik dalam profil perusahaan Anda dan dapat meyakinkan para stakeholders bahwa bisnis Anda dibangun dengan sungguh-sungguh.

Makna di balik nama dapat dikaitkan dengan banyak hal; tidak harus terkait dengan apa yang Anda jual. Sebagai contoh, Steve Jobs memilih untuk menamai perusahaannya Apple untuk membuat teknologi tidak terlalu menakutkan bagi orang-orang karena pada zaman itu, teknologi merupakan hal yang awam. Dia mengatakan bahwa dia sempat melakukan diet buah dan memikirkan nama itu ketika baru saja kembali dari sebuah perkebunan apel.

Anda juga bisa bermain dengan sejarah dan asal-usul sebuah kata. Misalnya, Anda mungkin berpikir bahwa Nike berasal dari nama pemilik perusahaan atau suatu bahasa asing yang bila diterjemahkan mempunyai makna yang terkait dengan olahraga. Namun, Nike sebenarnya adalah dewa kemenangan dari Yunani. Para pendiri perusahaan menginginkan siapa pun yang memakai produk Nike untuk menjadi pemenang. Itulah sebabnya mereka memilih nama tersebut.

Seperti yang Anda telah baca, menemukan nama yang sempurna untuk bisnis Anda bukanlah tugas yang mudah. Akan lebih baik jika Anda mempertimbangkan betul-betul nama yang Anda ingin gunakan untuk bisnis Anda. Kumpulkan juga masukan dari orang lain untuk memastikan bahwa nama bisnis Anda sudah tepat. Luangkan waktu Anda untuk melakukan banyak riset untuk menemukan nama yang orisinil. Di masa depan, strategi branding Anda akan berterima kasih!

Ikuti Percakapan
BACA [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Komentar
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]