“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Business Tips : Marketing

5 Cara Mendapatkan Leads bagi Bisnis Pernikahan Baru

[[ 1696813200 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 2,037 views

Memulai bisnis pernikahan tentu menjadi tantangan yang sangat besar bagi siapa saja yang memutuskan untuk terjun ke dalamnya, terutama bila Anda adalah vendor pernikahan baru yang belum memiliki pengalaman dan rujukan apa pun. Keberadaan leads sebagai klien potensial bagaikan jantung utama bagi kelangsungan vendor pernikahan.

Vendor yang masih baru umumnya mengalami kesulitan untuk bisa memperoleh lebih banyak leads. Apalagi mayoritas calon pengantin juga tidak serta merta bersedia untuk bekerja sama dengan vendor yang belum mengantongi reputasi baik. Oleh karena itu, pelajari kelima kiat di bawah ini agar bisnis pernikahan baru Anda mampu mendapatkan leads.

  1. Bangun Relasi Bisnis dengan Vendor Lainnya
  2. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai membangun relasi dengan vendor pernikahan lain. Pertama, mulailah mengikuti akun media sosial dari para profesional pernikahan, biarkan mereka mengetahui eksistensi Anda. Kemudian, tentukan siapa saja vendor dari jasa lainnya yang ingin Anda dekati. Akan lebih baik bila vendor-vendor tersebut memang memiliki sejumlah kesamaan ataupun karakteristik yang sama denganAnda. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah untuk menjalin komunikasi pada tahap selanjutnya.

    Selain itu, ada baiknya gunakan momentum pameran pernikahan atau selebrasi janji suci untuk lebih dekat dengan vendor pernikahan lain. Anda dapat saling berkenalan secara langsung sekaligus bertukar kartu nama. Membangun relasi dengan sebuah pertemuan juga dinilai sebagai upaya yang paling sopan jika dibandingkan dengan metode komunikasi lainnya.

  3. Jagalah Hubungan dengan Orang-orang yang Anda Temui
  4. Sudah berhasil membangun networking dengan para profesional di bidang pernikahan? Sekarang saatnya untuk mempelajari bagaimana cara agar hubungan pertemanan tersebut senantiasa terjaga. Anda dapat memulainya dengan mengirimkan e-mail atau pesan singkat yang tertera pada kartu nama mereka. Perkenalkan siapa diri Anda secara profesional dan ingatkan mereka dengan topik pembicaraan yang pernah kalian lakukan sebelumnya.

    Barulah kemudian Anda bisa membangun obrolan yang bersifat pribadi, seperti menanyakan tentang proyek pernikahan terbaru mereka, klien seperti apa yang tengah mereka tangani, hingga berbagi pendapat tentang event yang telah lalu. Pastikan untuk merespon jawaban mereka dengan sebaik mungkin, dan teruslah konsisten dalam menjalin komunikasi agar keberadaan Anda selalu diingat. Bukan tidak mungkin nantinya Anda akan memperoleh banyak referensi melalui sebuah proyek besar.

  5. Seorang Mentor akan Memandu Anda
  6. Merasa masih membutuhkan seorang mentor dari vendor pernikahan lain untuk membimbing Anda? Cara ini dapat membantu para profesional baru untuk mengenal lebih dalam bagaimana cara kerja industri pernikahan. Anda dapat memulainya dengan menunjukkan rasa kekaguman Anda terhadap kinerja ataupun rentetan portofolio yang mereka miliki. Kemudian, ajaklah salah satu dari mereka untuk bertemu secara privat jika berkenan—seperti agenda makan siang bersama—demi bisa mendapatkan nasihat atau arahan seputar bisnis pernikahan Anda.

  7. Buat Calon Klien Anda Percaya
  8. Sebagai vendor pernikahan yang baru akan memulai perjalanannya, mungkin Anda akan mengalami kesulitan besar saat harus mendapatkan klien pertama, terutama bila Anda benar-benar belum memiliki portofolio yang mumpuni. Sangat jarang ada calon pengantin yang bersedia 'mengorbankan' hari bahagia mereka dengan menyerahkannya pada vendor pernikahan yang baru saja merintis, apalagi untuk menjadi klien pertama Anda.

    Kendati demikian, bukan berarti para profesional baru tidak bisa melakukan siasat apa pun untuk menarik perhatian calon pengantin. Anda dapat menjelaskan referensi kerja ataupun pengalaman terkait yang Anda punya untuk meyakinkan mereka. Lalu, tawarkan harga promo dalam rangka membangun portofolio. Diskusi yang dilakukan harus terlihat alami sehingga mereka dapat mempercayai Anda.

  9. Gunakan Fitur Iklan Online
  10. Platform media sosial seperti Facebook dan Instagram memiliki layanan pembuatan iklan berbasis online untuk pengguna profil bisnis. Ini memungkinkan Anda untuk bisa menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus menyesuaikan target. Sayangnya, banyak dari para profesional pernikahan yang belum benar-benar melakukan riset terlebih dahulu terkait siapa sebenarnya target yang ingin mereka layani.

    Pengembangan strategi iklan juga diperlukan agar produk atau jasa yang Anda tawarkan dapat lebih menonjol ketimbang kompetitor yang menawarkan layanan serupa, sehingga uang yang Anda keluarkan untuk beriklan tidak akan terbuang sia-sia. Pastikan juga hal tersebut adalah sesuatu yang tengah dicari oleh calon pengantin.

    Sebagai opsi, Anda juga bisa menggunakan fitur Bridestory Pay per Click yang akan membantu Anda agar lebih mudah ditemukan oleh calon klien. Layanan ini memungkinkan vendor pernikahan untuk dapat tampil di posisi yang strategis, sehingga profil Anda berpeluang dilihat oleh lebih banyak calon klien.

Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]