“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Latest Trends

9 Panduan Mewujudkan Pernikahan di Rumah untuk Klien Anda

[[ 1653958800 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 197 views

Pernahkah Anda menerima permintaan untuk mengadakan selebrasi pernikahan di kediaman pribadi milik klien Anda? Tren seperti ini memang sempat bergulir saat pandemi global mulai merebak. Namun, perayaan yang digelar di dalam rumah ini nyatanya memang diminati oleh calon pengantin yang mengidamkan pernikahan berskala kecil.


Fotografi: Bare Odds

Selain menawarkan kebebasan yang lebih, kedua mempelai juga dapat membangun intimasi yang jauh lebih personal bersama keluarga dan kerabat dekat. Umumnya, mereka akan memilih untuk memanfaatkan area taman belakang, kolam renang, halaman rumah, ataupun ruang tamu yang dianggap memiliki ukuran cukup luas untuk menampung para tamu undangan.

Meski menikah di rumah terasa lebih leluasa, kemungkinan besar hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anda selaku profesional di industri pernikahan, mengingat sebuah kediaman pribadi sudah sepatutnya untuk dijaga semaksimal mungkin. Pastikan juga untuk mengonfirmasi secara langsung tentang ada atau tidaknya sejumlah peraturan tidak tertulis yang diterapkan pada keluarga ataupun lingkungan setempat. Karena, hal tersebut dapat membantu Anda untuk merealisasikan konsep pernikahan yang diinginkan oleh klien.

Menikah dalam ruang yang privasi seperti ini artinya Anda perlu senantiasa mengakomodasi keperluan para tamu sekaligus menjaga situasi agar tetap kondusif. Jadi, untuk keberhasilan selebrasi pernikahan di rumah, ketahui kiat-kiat berikut ini.

Tips Mewujudkan Pernikahan di Rumah Klien


Fotografi: Alinea

  1. Meminta Izin dengan Warga Setempat
    Acara pernikahan yang digelar di rumah mungkin saja berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar, entah itu karena kebisingan suara yang dihasilkan ataupun adanya keterbatasan lahan parkir, sehingga mengakibatkan para tamu terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di area depan rumah warga. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan informasi kepada sejumlah tetangga terlebih dahulu, sekaligus meminta maaf atas kebisingan yang kemungkinan besar akan muncul. Bila klien Anda memang tidak begitu banyak mengundang tetangga sekitar, pertimbangkan untuk memberi bingkisan ucapan terima kasih berupa aneka makanan berat ataupun suvenir pernikahan.

  2. Siapkan Peta Pembagian Ruang untuk Keperluan Pernikahan
    Menikah di rumah artinya ada sejumlah ruangan yang akan 'dikorbankan' untuk menopang segala aktivitas. Jadi, buatlah denah pembagian ruang terlebih dahulu agar segalanya dapat berjalan dengan teratur, mulai dari pintu masuk, tempat berfoto, area upacara / resepsi, ruang ganti, toilet, dan ruang serbaguna lainnya yang akan digunakan untuk persiapan pernikahan. Khusus toilet umum, penggunaan jasa toilet keliling sangat disarankan agar klien Anda tidak perlu repot lagi dalam membersihkan kamar mandi mereka pasca usainya acara. Kemudian, penting untuk melengkapi toilet tersebut dengan aneka peralatan pendukung, seperti tisu, sabun cair, cermin, hingga wastafel. Pastikan juga semua petunjuk yang ada benar-benar sudah tertera dengan jelas.

  3. Pertimbangkan Metode Live Streaming
    Adakalanya, calon pengantin benar-benar ingin mengadakan upacara microwedding yang hanya dihadiri oleh 10 - 30 orang tamu undangan saja. Namun, di satu sisi, mereka juga ingin ada lebih banyak kerabat yang bisa menyaksikan perhelatan mereka meskipun dari jarak jauh. Nah, opsi live streaming bisa menjadi pertimbangan yang sempurna untuk menyelesaikan persoalan ini. Selama pandemi, keberadaan vendor live streaming semakin menjamur di industri pernikahan. Hal ini membuat sebagian calon pengantin mungkin merasa kebingungan untuk menentukan vendor mana yang mampu memenuhi ekspektasi mereka. Bila Anda adalah seorang perencana pernikahan, ajukan deretan vendor live streaming yang benar-benar memiliki portofolio terbaik dengan peralatan memadai. Jangan lupa untuk mengirim instruksi yang jelas kepada tamu undangan yang menyaksikan secara virtual. Beri tahu mereka bagaimana caranya mengakses tautan streaming ke dalam beberapa tahapan. Tentukan juga aplikasi mana yang akan Anda gunakan untuk media live streaming, apakah itu Instagram, Skype, Zoom, atau justru Google Hangout? Pastikan semua hal tersebut sudah tertera dengan lengkap pada kartu undangan mereka.

  4. Perhatikan Soal Volume dari Wedding Band
    Pernikahan di kediaman pribadi mungkin saja dapat mengundang perhatian warga sekitar akibat volume audio yang dihasilkan, terutama apabila rumah klien Anda memang tidak memiliki ruangan yang kedap suara. Untuk itu, usahakan agar audio dari wedding band tidak menyumbang polusi suara yang berlebih. Anda juga selalu bisa berkreasi tanpa batas dengan menghadirkan sejumlah hiburan menarik lainnya sebagai opsi, mulai dari seorang pesulap, komika, ataupun penari akrobatik.

  5. Warnai Elemen Dekorasi dengan Focal Point yang Tak Biasa
    Secara tidak langsung, Anda akan dituntut untuk lebih kreatif dalam menyulap kediaman calon pengantin agar terlihat lebih istimewa dari biasanya. Jika selebrasi pernikahan klien Anda diadakan pada area halaman belakang, cobalah pikirkan tentang focal point dekoratif yang mampu menarik perhatian para tamu, misalnya seperti kreasi bunga apung di kolam renang, jajaran lentera di tepi aisle, tumpukan koper vintage pada setiap sudut halaman, instalasi action figure, dan lain sebagainya.


    Fotografi: Alinea

  6. Ubah Area Halaman Rumah Menjadi Lounge yang Menarik
    Masih bingung bagaimana caranya merubah halaman rumah klien dengan ambience yang lebih menawan? Singkirkan terlebih dahulu tentang kursi-kursi tamu yang ditata sejajar dengan sentuhan monoton. Sekarang, saatnya untuk membawa furnitur asli dari dalam ruangan ke luar rumah. Kombinasi sofa dengan satu set meja dan kursi tematik nyatanya mampu menyulap area halaman rumah klien Anda menjadi sebuah 'ruang tamu' yang menakjubkan. Anda dapat menyusunnya secara melingkar agar tamu undangan bisa duduk santai sambil membaur satu sama lain. Bila jumlah kursi masih dirasa kurang, Anda selalu bisa menyewanya melalui vendor-vendor terpercaya. Tambahkan juga aksesori pendukung lainnya, seperti rangkaian bunga, aneka bantal, bean bag, keranjang piknik, hingga permadani warna-warni. Kuncinya adalah dengan memainkan palet warna yang sesuai dengan tema acara, untuk kemudian diterapkan pada sejumlah elemen dekoratif lainnya. Pastikan mereka semua merasa nyaman dengan suasana intim yang tercipta.

  7. Cegah Perubahan Cuaca
    Ini menjadi hal yang harus diperhatikan apabila klien Anda mengadakan pesta di luar ruangan. Karena cuaca yang terkadang tak dapat diprediksi, ada baiknya Anda membuat sejumlah upaya pencegahan demi kenyamanan tamu undangan yang hadir. Contohnya, seperti memasang tenda berukuran besar ataupun menyiapkan sejumlah kipas dan standing AC jika diperlukan saat cuaca panas. Pertimbangkan juga untuk memberikan tabir surya dan obat penangkal nyamuk kepada tamu undangan yang dapat dikaitkan bersama kartu escort mereka.

  8. Atur Pencahayaan dengan Tepat

    Fotografi: Voir Pictures

    Satu elemen yang tak boleh dilupakan pada selebrasi pernikahan adalah pencahayaan, terutama saat pesta di malam hari. Seorang fotografer bahkan tidak akan mendapatkan gambar dengan kualitas terbaik apabila tidak didukung dengan pencahayaan yang sempurna. Jadi, lakukan survey terlebih dahulu dengan melihat kondisi halaman rumah dari calon pengantin. Apakah dominasi cahaya yang dihasilkan dari kediaman utama sudah mampu menerangi keseluruhan area outdoor? Jika tidak, Anda perlu menyusun sebuah perencanaan yang matang demi perayaan yang menakjubkan saat malam menjelang, seperti meletakkan sejumlah lampu sorot, menghiasi pepohonan dengan string light, menempatkan lentera di kedua sisi jalan setapak, hingga menaruh lilin citronella di meja tamu untuk mencegah munculnya serangga. Selain bisa menambahkan efek dramatis, para tamu undangan juga dapat menikmati makan malam tanpa kendala yang berarti.

  9. Maksimalkan Rumah Klien dengan Elemen Dekoratif yang Estetis
    Pernikahan di rumah memang cenderung bebas dan santai, namun bukan berarti Anda tidak bisa bebas untuk berkreasi. Lakukan diskusi secara mendalam dengan klien Anda mengenai tema dekorasi yang akan diusung. Dengarkan semua hal yang mereka inginkan, dan berikan masukan tentang elemen dekoratif apa saja yang memungkinkan untuk diterapkan pada kediaman mereka. Pastikan juga mereka benar-benar sudah mengetahui dengan jelas sudut mana saja yang akan diberikan sentuhan lebih oleh Anda.
    Berbagai tema pernikahan populer, seperti rustic, tropical, classic, ataupun barn wedding, mungkin akan menjadi pilihan yang kerap diajukan oleh calon pengantin. Anda bisa memadukan berbagai ornamen sederhana yang cocok untuk direalisasikan pada halaman belakang rumah. Contohnya, untuk menghadirkan impresi pedesaan ala barn wedding, Anda bisa menaruh meja perjamuan panjang, gerobak makanan ringan, pampas, lempengan kayu, kain goni, hingga lentera dan suluran daun sebagai centerpiece.

Itulah sejumlah panduan mewujudkan pernikahan di rumah untuk klien Anda. Meski dihelat dalam skala yang kecil, penting untuk tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan bagi semua orang, sehingga Anda bisa meninggalkan kesan yang baik di mata calon pengantin.

Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]