“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Latest Trends

Mengubah Hobi Jadi Bisnis, Kenapa Tidak?

[[ 1614650400 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 141 views


Foto dari pexels.com

Tidak dipungkiri bahwa pekerjaan yang paling menyenangkan adalah pekerjaan yang berasal dari hobi atau passion Anda. Mengerjakan sesuatu yang Anda cintai membuat Anda lebih antusias dan menikmati segala prosesnya, bahkan pada beberapa kesempatan Anda serasa tidak bekerja. Lantas, alih-alih hanya melakukan hobi saja, mengapa tidak memberikan sedikit keseriusan sehingga keterampilan Anda menjadi sesuatu yang menghasilkan?

Bisnis yang sukses sering kali hadir dari hobi, tidak terkecuali bisnis di industri pernikahan. Dari hobi fotografi, videografi, menggambar, hingga mendesain, Anda dapat mengubah keterampilan Anda menjadi bisnis di industri pernikahan. Jika Anda memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, simak tips berikut agar hobi Anda dapat berkembang menjadi mata pencaharian.

1. Cek kesiapan diri

Hobi adalah sesuatu yang Anda lakukan untuk melepaskan penat saat Anda tidak sedang bekerja. Ketika Anda menjadikannya sebagai mata pencaharian, Anda harus berkomitmen meluangkan waktu yang dibutuhkan untuk memikirkan bisnis, menyenangkan pelanggan, dan "berteman" dengan deadline. Untuk itu, pastikan bahwa diri Anda memiliki passion yang kuat untuk apa yang Anda lakukan.

2. Lakukan uji coba

Jika Anda sudah memiliki pekerjaan tetap sebelum memulai bisnis, jadikanlah bisnis yang Anda rintis ini sebagai usaha sampingan terlebih dahulu. Dari uji coba ini Anda akan mengetahui apakah Anda cocok berbisnis, serta kekurangan dan kelebihan dalam bisnis Anda. Selain itu, ada baiknya jika Anda sudah menabung sebelum merintis usaha sehingga kendala pada saat menjalankan bisnis dapat diminimalisir.

3. Rencanakan business plan

Business plan adalah cetak biru atau blueprint untuk bisnis yang sering kali diperlukan untuk mendapatkan pinjaman bisnis. Jangan lewatkan langkah ini, bahkan jika Anda tidak sedang mencari pendanaan karena menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Jurnal Kewirausahaan Strategis, pengusaha yang menulis rencana formal 16% lebih mungkin untuk mencapai keberhasilan dibandingkan mereka yang tidak. Rencana bisnis Anda harus meliputi ringkasan eksekutif dan perusahaan, produk dan jasa yang ditawarkan, rencana serta strategi pemasaran, timeline, tim manajemen, dan rencana keuangan.

4. Rancang identitas brand

Branding menjadi sangat krusial karena hal tersebut merupakan identitas dan representasi perusahaan. Untuk itu, Anda memerlukan nama dan logo bisnis di mana visualnya akan menunjukkan kepribadian bisnis Anda dan terlihat indah ketika ditampilkan. Pelajarilah juga pemilihan warna dalam branding sehingga sesuai dengan target pasar Anda.

5. Sempurnakan 'elevator pitch' Anda

Elevator pitch adalah sebuah proses pendekatan, di mana Anda menjelaskan bisnis Anda secara singkat, yaitu sekitar 30-60 detik. Hanya dengan durasi sesingkat itu dapat menentukan apakah calon konsumen Anda terpikat atau tidak dengan produk dan layanan yang Anda tawarkan. Anda dapat menyempurnakan elevator pitch Anda dengan berbicara dengan nada dan gestur tubuh yang menarik

6. Merambah ke internet

Di era digital dan serba online seperti saat ini, hadir secara online adalah suatu keniscayaan bagi suatu bisnis. Para konsumen cenderung memilih untuk mencari produk dan layanan secara online karena lebih mudah dan tidak menghabiskan banyak waktu serta tenaga. Maka dari itu, menampilkan dan mempertahankan eksistensi produk Anda di internet dengan alat serta strategi yang tepat akan sangat membantu memperluas pasar Anda.

7. Kembangkan strategi pemasaran

Tidak ada gunanya jika Anda memiliki produk dan layanan yang luar biasa jika Anda tidak memberitahukan itu kepada khalayak. Untuk itu, Anda perlu memasarkan produk Anda. Tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam, Anda bisa memanfaatkan kekuatan media sosial sebagai sarana pemasaran, seperti mengadakan giveaway dengan syarat dan ketentuan berlaku. Agar lebih maksimal, Anda bisa menggunakan fasilitas iklan di media sosial, seperti Instagram Ads yang dapat menyesuaikan anggaran Anda.

8. Carilah target pasar

Sebagus apapun produk dan layanan yang Anda tawarkan, jika berada di tempat yang tidak tepat, maka tidak akan ada kemajuan. Maka dari itu, menentukan dan mencari target pasar yang tepat dan sesuai dengan bisnis Anda sangat penting untuk dilakukan. Jika Anda sudah mendapatkan target pasar, pikirkanlah bagaimana cara untuk bisa masuk ke dalam target pasar Anda dengan mempelajari karakteristik mereka.

9. Awasi finansial

Mengubah hobi Anda menjadi bisnis berarti melaporkan penghasilan Anda dan membayar pajak. Agar tidak tercampur dengan uang pribadi dan memudahkan untuk mengawasi keuangan, siapkan rekening bank khusus untuk usaha Anda. Untuk meringankan kerja Anda, sewa seorang akuntan atau gunakan aplikasi akuntansi yang dapat membantu Anda melacak keuangan Anda.

10. Carilah mentor

Tanpa belajar dari yang sudah berpengalaman, Anda tidak akan tahu seluk beluk seperti apa yang akan Anda hadapi dalam bisnis Anda dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Mencari mentor dapat membimbing dan memberikan pandangan lebih luas sehingga Anda lebih siap dalam kondisi apapun. Mentor juga dapat memberikan semangat serta dorongan agar Anda terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Agar bisnis Anda di industri pernikahan semakin berkembang, Anda bisa mempelajari cara meningkatkan brand awareness dan marketing di artikel ini. Selamat menjalankan bisnis Anda!

Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]