“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Business Tips : Marketing

Panduan Mewujudkan Stationery Pernikahan yang Sempurna

[[ 1652148000 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 123 views

Berbicara tentang stationery pernikahan tentunya perlu dibarengi dengan sebuah ide atau gagasan yang kuat sebelum benar-benar memutuskan untuk mewujudkannya. Ada banyak sekali checklist barang yang mungkin Anda butuhkan dalam sebuah selebrasi pernikahan, mulai dari kartu undangan, place cards, nomor meja tamu, daftar menu, thank-you cards, hingga hang tag untuk suvenir pernikahan.


Fotografi oleh: Voir Pictures

Segala pernak-pernik yang terbuat dari bahan dasar kertas ini memang memerlukan waktu yang tidak sedikit dalam proses pembuatannya, mengingat Anda perlu melakukan sederet pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Hal ini meliputi proses pencarian referensi, penentuan konsep, penyusunan daftar stationery yang diperlukan, hingga pemilihan material terbaik.

Selain menyesuaikan dengan tema yang akan diusung, tentu saja seorang konseptor pernikahan ataupun wedding stylist juga perlu mempertimbangkan bagaimana personality dari kedua mempelai. Segera lakukan diskusi bersama klien Anda saat akan menyusun daftar barang yang diperlukan. Kemudian, pilih mana saja elemen yang benar-benar diperlukan untuk dimasukkan ke dalam checklist stationery.

Di bawah ini, terdapat daftar wedding stationery yang bisa Anda ikuti saat ingin menggarap pernikahan klien. Seluruh elemen ini bersifat opsional dan dapat dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan.

Sebelum Hari Pernikahan

Undangan Pesta Pertunangan

Bagaimana jika klien Anda ingin merencanakan sebuah pesta pertunangan? Nah, acara pertunangan yang dihelat secara formal umumnya mengharuskan calon mempelai untuk mempersiapkan segala sesuatunya layaknya sebuah pesta pernikahan, mengingat mereka akan melangsungkan sebuah pesta pertunangan dalam skala besar. Kartu undangan pun menjadi sebuah kewajiban yang tidak boleh dilewatkan. Konsep kartu undangan pertunangan tidak harus sama persis dengan undangan pernikahan, yang penting elemen tersebut harus memuat informasi penting, seperti tanggal, waktu, lokasi, hingga pedoman berpakaian bagi para tamu.

Kartu Save-The-Date

Bila klien Anda telah menemukan tanggal pernikahan yang pasti, namun waktu tersebut masih terbilang jauh dengan hari H, tak ada salahnya untuk merekomendasikan pengadaan kartu save-the-date kepada klien Anda. Ini akan sangat berguna terutama untuk calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan destinasi. Sebarkan kepada tamu undangan sekitar 6 hingga 12 bulan sebelum hari H demi meningkatkan kesediaan mereka untuk dapat hadir. Karena bagaimanapun, tamu undangan juga memerlukan waktu yang lebih dari cukup untuk mempersiapkan semuanya. Kartu save-the-date bisa memuat nama kedua mempelai, tanggal dan waktu, lokasi pernikahan, hingga alamat website untuk informasi lebih lanjut. Sementara undangan pernikahan resmi akan menyusul kemudian.

Kartu Undangan Bridal Shower

Acara bridal shower umumnya digagas langsung oleh maid of honor, kerabat dekat mempelai wanita, ataupun pengiring pengantin. Merekalah yang akan mengurus segala hal tentang perayaan bridal shower untuk calon pengantin, hal ini termasuk soal penentuan tema maupun rundown acara. Perayaan bridal shower umumnya cenderung lebih santai, jadi tidak ada campur tangan apa pun dengan vendor pernikahan dari sang calon pengantin.

Namun, bila suatu saat mereka membutuhkan bantuan Anda dalam hal mendesain undangan bridal shower, Anda dapat menyesuaikannya dengan palet warna pada moodboard pernikahan. Jangan lupa untuk menyertakan lokasi spesifik, tanggal dan waktu pelaksanaan, dress code, hingga deskripsi tema yang akan diusung.


Fotografi oleh: Voir Pictures

Thank You Card Bridal Shower

Usai pelaksanaan bridal shower, biasanya sang mempelai wanita akan memberi sebuah thank you card kepada setiap orang yang telah hadir di acara spesialnya. Kartu ini berisi ungkapan rasa terima kasih dari mempelai wanita untuk seluruh kejutan dan hadiah yang ia terima pada momen bridal shower. Nantinya, kartu tersebut akan dikirim paling lambat 2 minggu setelah perayaan bridal shower.

Kartu Undangan Pernikahan

Apa pun skala selebrasi pernikahan yang akan dilangsungkan, keberadaan kartu undangan menjadi stationery yang paling penting untuk diperhatikan. Umumnya, undangan pernikahan modern diliputi oleh banyak sekali elemen pendukung, mulai dari amplop bagian luar, amplop bagian dalam, kartu undangan utama, kartu resepsi, peta lokasi, RSVP dengan detail akomodasi, hingga sebuah tali pengikat untuk menyatukan semuanya.

Tampilan kartu undangan harus menjadi yang terbesar dan paling menonjol ketimbang elemen pendukung lainnya. Kartu tersebut memuat nama tuan rumah atau orang tua pengantin, nama kedua mempelai, tanggal dan waktu pernikahan, nama tempat, kota, hingga negara bagian. Ketahuilah bahwa kartu resepsi perlu disertakan secara terpisah ke dalam kartu undangan—apabila resepsi tersebut memang berlangsung di tempat yang berbeda dengan lokasi upacara atau akad nikah. Anda juga dapat memasukkan undangan welcome dinner jika diperlukan.

Saat Hari Pernikahan

Kartu Escort

Kartu escort merupakan sebuah kartu yang nantinya akan diserahkan kepada para tamu undangan saat mereka akan memasuki area venue. Itulah mengapa elemen yang satu ini umumnya kerap diletakkan pada pintu masuk resepsi. Kartu escort biasanya berukuran lebih kecil dan memuat nama-nama tamu yang tercetak di atas permukaan kertas. Keberadaan kartu escort juga bisa menjadi pemandu untuk mengarahkan para tamu menuju meja yang telah ditentukan.


Fotografi oleh: Lydia Jane

Kartu Meja

Ada 3 jenis kartu yang biasanya diletakkan pada meja tamu, yaitu kartu tempat, nomor meja, dan daftar menu. Kartu tempat atau place card umumnya diletakkan pada permukaan meja yang bertuliskan nama-nama tamu undangan sesuai kursinya. Ini biasa diterapkan pada resepsi dengan konsep pesta duduk. Kemudian, nomor meja akan diletakkan berdampingan dengan place card, pastikan angka yang tercetak cukup besar agar mudah terlihat dari kejauhan. Sementara itu, kartu yang berisi daftar menu akan ditempatkan tepat di atas permukaan piring. Daftar tersebut meliputi appetizer, main course, hingga dessert yang akan dinikmati oleh tamu undangan.


Fotografi oleh: PYARA

Hang Tag Suvenir

Jangan lupakan elemen wedding stationery yang satu ini. Bila souvenir yang Anda pilih tidak memungkinkan untuk diukir dengan nama, opsi pengadaan hang tag juga bisa menjadi alternatif yang menarik untuk mempercantik tampilan souvenir.

TIPS MEWUJUDKAN WEDDING STATIONERY YANG SEMPURNA

Proses pembuatan wedding stationery memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karenanya, diperlukan gagasan yang benar-benar terstruktur demi bisa mewujudkannya dengan sempurna. Ikuti panduan berikut ini sebagai langkah awal untuk menentukan wedding stationery bagi klien Anda.


Fotografi oleh: Reynard Karman Photography

  1. Tetapkan Desain yang Diusung
    Bagaimana cara menentukan desain yang ideal untuk elemen wedding stationery? Sebelum benar-benar berselancar ke media sosial guna mencari referensi, pastikan Anda telah mengantongi permintaan calon pengantin dengan sebaik mungkin. Sebuah undangan pernikahan harus mampu merefleksikan bagaimana konsep perhelatan itu sendiri. Hal ini meliputi kombinasi antar palet warna, goresan motif pada kertas, aksesori pendukung, hingga nuansa yang ingin diangkat. Tentunya, Anda perlu melakukan diskusi lebih lanjut kepada calon pengantin mengenai komponen tersebut. Cari tahu seperti apa persona yang paling menonjol dari kedua mempelai, apakah mereka adalah pasangan yang romantis atau justru cenderung ramai? Jadikan karakter dan preferensi mereka sebagai bahan acuan utama. Jangan lupa juga dengan detail kecil lainnya, seperti kartu escort, place card, daftar menu, dan nomor meja. Pastikan desain yang diusung benar-benar terkoordinasi ke dalam seluruh elemen yang ada.
  2. Tentukan Jumlah Kartu pada Undangan Pernikahan
    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebuah kartu undangan kerap kali memuat banyak sekali elemen pendukung, mulai dari rangkaian amplop, kartu undangan yang berisi rincian informasi utama, kartu resepsi, peta lokasi, hingga RSVP dengan detail akomodasi dan QR code. Namun, akhir-akhir ini banyak sekali para pengantin yang mencoba berinovasi dengan undangan pernikahan mereka agar terlihat jauh lebih menarik. Ini dapat berupa kutipan spesial untuk orang-orang yang mereka sayangi, ataupun ilustrasi venue pernikahan dan desain menarik lainnya yang mampu mewakili karakter pasangan pengantin. Jadi, tentukan jumlah kartu yang perlu dimasukkan ke dalam undangan pernikahan klien Anda dengan cermat.


    Fotografi oleh: Kuromopi

  3. Catat Berapa Banyak Undangan yang Dibutuhkan
    Bila klien Anda telah memiliki daftar lengkap tamu yang akan diundang, pastikan agar mereka memesan kartu dalam jumlah yang lebih dari seharusnya. Hal ini akan berguna untuk perubahan pada menit terakhir, entah itu pertukaran nama tamu ataupun undangan baru yang ingin dimasukkan ke dalam daftar.
  4. Tampilan Sampul Undangan
    Ingat, desain sampul undangan pernikahan akan menjadi first impression bagi setiap orang yang menerimanya. Jadi, pikirkan dengan matang mengenai tampilan pada amplop terluar untuk kartu undangan klien Anda. Sedikit bermain dengan palet warna tentu saja mampu menampilkan kesan yang berbeda, entah itu dari campuran rona-rona lembut ataupun palet vibran yang lebih berani.
  5. Periksa Kembali Keseluruhan Komponen
    Penting untuk Anda melakukan pemeriksaan secara berkala untuk seluruh stationery yang telah selesai dibuat. Hal ini termasuk penyusunan kalimat dan tata bahasa yang tercantum di dalamnya. Pastikan tidak ada kesalahan eja sedikitpun sebelum Anda benar-benar sepakat untuk mencetaknya.
Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]