“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Business Tips : Client Relations

Tips Menghadapi Orang tua Klien yang Terlalu Mengatur

[[ 1691456400 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 1,940 views

Menjadi pelaku bisnis yang tugas utamanya adalah mewujudkan pernikahan impian nan bahagia terkadang bukan hanya memenuhi ekspektasi calon pengantin tapi juga orangtua pengantin. Mengapa? Hari pernikahan bukan hanya menjadi impian calon pengantin tapi juga orangtuanya. Bahkan terkadang ekspektasi orangtua jauh lebih besar dari calon pengantin yang adalah klien langsung Anda.


Mengapa perlu pendekatan khusus untuk mengadapi orangtua klien yang suka controlling?

Jadi jangan heran kalau Anda menghadapi orangtua klien yang lebih controlling atau mengendalikan banyak hal ketimbang calon pengantinnya langsung. Selain alasan ingin membuat hari pernikahan anaknya sempurna, faktor orangtua sebagai "donatur" terbesar untuk membiayai seluruh keperluan pernikahan adalah yang membuat orangtua semakin punya alasan untuk ikut campur dalam setiap perencanaan hingga perhelatan pernikahan.


Dalam situasi seperti itu, Anda bisa jadi berpikir akan fokus kepada "suara" klien ketimbang orangtua klien. Secara logis, strategi itu bisa diterima tapi sebagai wedding planner atau wedding organizer diperlukan skill tambahan untuk mengadapi orangtua klien. Ketika Anda dan tim berhasil mengatasi orangtua klien maka akan berdampak langsung pada kelancaraan acara. Apa sajakah itu?

  • Menjaga mood pengantin : Mempersiapkan pernikahan adalah sebuah proses yang menguras emosi, dengan segala persiapannya membuat calon pengantin jadi sangat sensitif bahkan sering kali mengalami mood swing atau perubahan mood. Padahal idealnya pengantin bisa menikmati setiap proses persiapan hingga acara pernikahan sukses dilakukan. Apabila orangtua yang controlling tidak bisa diatasi maka tentu menjadi sumber stres baru bagi pengantin. Dan ketika calon pengantin sampai stres maka akan berdampak langsung pada emosinya pada setiap prosesi yang dilakukan. Jadi perlu kemampuan untuk menghadapi orangtua klien agar segala drama persiapan pernikahan bisa diminimalisir.
  • Orangtua pengantin bsia menjadi "tim marketing" bisnis Anda yang paling loyal : Percayalah ketika Anda berhasil "memuaskan" orangtua pengantin maka dia akan mempromosikan jasa Anda kepada keluarga, sahabat, serta rekan kerjanya. Jika klien Anda memiliki saudara kandung yang belum menikah dan ketika Anda berhasil memenuhi mimpinya tentang pernikahan anak yang bahagia maka peluang Anda akan dipakai Kembali menjadi besar. Artinya memuaskan orangtua klien seperti menebar jala secara luas untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat.

Lakukan hal ini untuk menghadapi orangtua klien yang controlling.


Kata kunci dari menghadapi orangtua klien yang controlling adalah kepercayaan. Anda dan tim harus bisa mendapatkan kepercayaan orangtua klien. Karena Anda tidak mungkin menjadi sangat ketus atau abai terhadap orangtua klien, apalagi bisa dibilang mereka adalah orang yang harus Anda dan tim hormati setelah klien. Artinya sangat penting menciptakan hubungan kerjasama yang juga professional kepada orangtua klien. Inilah yang dapat Anda lakukan untuk meraih kepercayaan serta menciptakan relasi profesional dengan orangtua klien.

  • Libatkan orangtua pada proses perencanaan pernikahan. Tanyakan selalu kepada calon pengantin tentang keterlibatan orangtua mereka dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pernikahan. Jika mereka mengatakan orangtua tidak terlibat sama sekali, sebaiknya tetap tawarkan kepada klien untuk mengajak orangtua dalam sesi pembahasan perencanaan. Dengan begini orangtua akan mengetahui konsep hari pernikahan yang diinginkan anak mereka.
  • Tetapkan serta komunikasikan batasan orangtua dalam proses perencanaan. Anda, calon pengantin dan orangtua pengantin sangat penting untuk memiliki kesepakatan tentang pengambilan keputusan. Sepakati "suara" siapa yang akan ditunjuk sebagai keputusan akhir. Dengan menciptakan boundaries atau batasan yang sudah disepakati bersama akan membuat prosesnya jauh dari "drama" pernikahan.
  • Berikan peran yang bisa dilakukan oleh orangtua. Meski ada boundaries atau batasan bukan berarti orangtua tidak boleh berperan dalam persiapan pernikahan anaknya. Justru dengan memberikan peran kepada orangtua maka keinginan mereka untuk mengendalikan banyak hal bisa diredam.

Ingatlah bahwa prioritas utama Anda sebagai penyedia jasa adalah memberikan pelayanan terbaik kepada klien, dan dalam hal ini adalah mewujudkan pernikahan bahagia klien Anda. Dan sebagai pelaku bisnis penyedia jasa, setiap pelayanan terbaik yang Anda berikan akan membuat klien mempromosikan bisnis Anda secara masif. Jadi menjaga hubungan baik dengan klien dan orangtua klien akan sangat positif untuk keberlangsungan bisnis Anda.


Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]