“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Business Tips : Tips From Top Vendors

5 Manfaat Memiliki Partner Bisnis

[[ 1619575200 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 113 views


Foto oleh Sweetsalt.

Bagi Anda yang pernah ataupun sedang menjalankan bisnis pasti paham betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tak terkecuali di industri pernikahan. Mulai dari proses pencarian dan pengembangan ide hingga terealisasikannya pekerjaan Anda tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Untuk satu orang, hal tersebut terkadang cukup membuat kewalahan.

Kalau Anda kesulitan mempertahankan suatu usaha, business partner mungkin menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Berikut lima alasan mengapa Anda harus mempertimbangkan untuk memiliki partner bisnis demi membesarkan usaha jasa/produk pernikahan Anda.

1. Meningkatkan Akuntabilitas

Dibandingkan dengan menjalankan bisnis seorang diri, memiliki seorang mitra kerja akan membuat Anda merasa lebih bertanggung jawab untuk memajukan bisnis ini. Adanya pihak lain yang memiliki goal yang sama dengan Anda, juga akan membuat Anda terpacu dan termotivasi.

2. Sarana Konsultasi

Saat Anda memiliki ide atau rencana bisnis, memiliki partner membuat Anda dapat berdiskusi, berkonsultasi serta mendapat sudut pandang yang berbeda sebelum mengambil keputusan yang dapat memengaruhi performa bisnis Anda.

3. Memberi Backup

Salah satu keuntungan memiliki partner bisnis adalah adanya orang yang selalu bersedia membantu dan mencari solusi bersama-sama. Sedang stres dan membutuhkan istirahat sejenak? Anda dapat saling menggantikan saat ingin mengambil break sementara waktu.

4. Dukungan Emosional

Memulai dan menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah. Memiliki partner bisnis yang memahami masalah yang Anda hadapi akan membuat Anda memiliki seseorang untuk berbagi keluh kesah saat Anda merasa frustasi, tertekan, atau bingung.

5. Meningkatkan Produktivitas

Tentu saja, pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang akan dapat selesai lebih cepat dan dalam kuantitas yang lebih banyak. Memiliki mitra untuk berkolaborasi dan berdelegasi akan membuat produktivitas kerja Anda meningkat dibanding mengerjakannya sendirian.

Dari lima alasan tersebut, mencari business partner tentunya menjadi sebuah gagasan menarik untuk bisnis Anda. Anda akan memiliki seseorang untuk berbagi pekerjaan dan berbagi keluh kesah berkenaan dengan bisnis Anda, seperti yang dialami oleh beberapa vendor pernikahan berikut saat membagikan pengalamannya ketika memiliki business partner.

Sherly Chang & Aileen dari Sweetsalt - Kue Pernikahan


Foto oleh Voir Pictures.

Cerita awal Sweetsalt didirikan

Karena minimnya sekolah atau tempat kursus yang mengajarkan kelas sugar arts seperti membuat bunga dari gumpaste, teknik membentuk gula, dan sebagainya di Indonesia, pada awalnya, SweetSalt hanya berfokus untuk mengajarkan decorating class dan workshop untuk para bakers yang berminat untuk belajar lebih dalam tentang sugar works.
Seiring berjalannya waktu, ketertarikan kami terhadap dunia art, terutama edible arts, semakin bertambah. Terlebih, berbagai kisah asmara yang kami dengar dari orang sekitar menginspirasi kami untuk berkreasi dalam mengembangkan ide-ide untuk dekorasi cake kami. Dan sehubungan dengan permintaan yang bertambah, SweetSalt pun memutuskan untuk merambah ke industri pernikahan. Dan kalau kebanyakan cerita yang Anda dengar adalah teman yang berubah menjadi partner bisnis, itu tidak berlaku pada kami. Sedari awal, kami dikenalkan oleh salah satu dari sahabat kami hanya untuk tujuan bisnis. Dan secara kebetulan, kami menemukan banyak kesamaan, bukan hanya dalam segi personal saja, tapi sama halnya dalam segi bisnis. Tidak hanya visi dan misi, tetapi juga dalam segi style mendekorasi kue, ritme kerja, dan cara berpikir pun kami terbilang cukup mempunyai banyak kemiripan. Jadi, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kami memutuskan menjadi partner bisnis dan bisa bersama-sama membangun SweetSalt perlahan-lahan.

Hal positif yang didapat dari mendirikan bisnis dengan berpartner

- Dukungan, baik secara emosional ataupun ide. Seringkali, di saat salah satu dari kami mempunyai sebuah ide, tugas dari seorang partner adalah berpikiran dingin untuk mendukung secara emosional dan tetap netral untuk berdiskusi jika memang ide tersebut dirasa kurang memungkinkan untuk dilakukan.
- Meningkatkan produktivitas. Bekerja dengan orang lain berarti Anda bisa menyelesaikan dua kali pekerjaan lebih banyak. Kami mempunyai keyakinan bahwa goal yang kami punya akan lebih cepat terpenuhi jika masing-masing dari kami mempunyai porsi kerja di bagian yang berbeda. Apalagi SweetSalt adalah bisnis yang umurnya masih terbilang relatif muda, banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan tentu saja akan sangat memakan waktu dan sulit jika dilakukan sendirian.
- Saling back-up. Kami membagi jobdesk menjadi dua: Aileen yang bertugas untuk menjawab segala pertanyaan dari klien dan Sherly untuk sesama rekan vendor. Di sini, menurut kami pentingnya adalah jika salah satu sedang berhalangan untuk bekerja, maka masih ada satu orang lagi yang siap untuk menggantikan. Yang walaupun berbeda area pekerjaan, tetapi andilnya sama dalam membuat keputusan yang dirasa terbaik.

Tips menemukan partner bisnis yang cocok

Menurut kami, menemukan business partner yang cocok sama sulitnya seperti mencari pasangan atau teman hidup, apalagi membedakan urusan personal dan bisnis bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ada beberapa tips yang kami sadari cukup bermanfaat:
- Kesamaan. Yang kami maksud di sini adalah bukan berarti kami membuat pernyataan bahwa semua business partner harus 100% sama. Tetapi, kesamaan dalam hal visi dan misi adalah hal yang sangat krusial dan yang kami percaya sangat membantu kami bisa sampai di titik seperti sekarang ini. Menurut kami, mempunyai value yang sama akan sangat meminimalisir perdebatan dan gangguan.
- Komunikasi. Sedari awal, kami membuat kesepakatan untuk selalu menyuarakan pendapat ke satu sama lain, tidak hanya hal yang penting saja, tetapi sampai ke hal-hal yang terbilang sepele. Ini bukanlah hal yang sulit dilakukan karena kebetulan kami memang sama-sama terbilang cukup bawel. Tetapi, yang terkadang menjadi tantangan adalah karena kami adalah individu yang idealis, jadi seringkali untuk membuat suatu keputusan akan membutuhkan waktu yang lama.
- Kepercayaan. Masih berhubungan dengan poin kedua, walaupun terkadang pendapat yang kami suarakan berbeda, tidak pernah ada perdebatan yang signifikan yang mengganggu kinerja SweetSalt. Kenapa? Karena kami mempunyai kepercayaan besar terhadap satu sama lain bahwa segala keputusan yang dibuat adalah demi kepentingan SweetSalt dan bukan karena ego dan kepentingan masing-masing.

NATHALIA ISADORA & GISELA SETYAWAN DARI FOI GIFTS - SUVENIR PERNIKAHAN


Foto oleh FOI Gifts.

Cerita awal FOI Gifts didirikan

FOI Gifts didirikan tahun 2018 yang dimulai karena kesulitan saya dan partner untuk menemukan suvenir pernikahan atau parsel dengan desain yang modern dan sesuai dengan selera kami pada saat itu. Saya dan partner bertemu di lingkungan pekerjaan, seorang kolega dari tempat saya bekerja sebelumnya. Jadi, kami sudah biasa bekerja sama di lingkungan kantor, bahkan sebelum memulai FOI.

Hal positif yang didapat dari mendirikan bisnis dengan berpartner

Menurut saya, sangat jarang ada satu orang yang memiliki skiil yang menyeluruh untuk menjalankan suatu bisnis. Dengan partner, kami bisa membagi porsi sesuai dengan keahlian masing-masing dan menghasilkan hasil yang lebih baik, baik dari sisi manajemen, produk, dan juga pemasaran.

Tips menemukan partner bisnis yang cocok

Gampang gampang susah memang, seperti mencari jodoh. Tapi, mungkin beberapa hal yg perlu diperhatikan adalah work pace, komunikasi, serta mengetahui kelebihan dan kekurangan partner supaya bisa saling mengerti dan mendukung.

William Tjandra & Lucas Edo Setiadi dari Morden - Fotografi


Foto oleh MORDEN.

Cerita awal MORDEN didirikan

Pertemuan saya dan partner saya, Lucas Edo, tidak bisa saya lupakan karena saya bertemu pertama kali di hari kakek saya meninggal. Awalnya Edo mengajak bisnis MLM ke teman saya dan teman saya mengajak saya untuk menemaninya, tetapi akhirnya saya yang bergabung. Dari situ, saya dan Edo mulai bekerja sama, merasa cocok, dan singkat cerita kami mendirikan creative agency, setelah itu mendirikan MORDEN.

Hal positif yang didapat dari mendirikan bisnis dengan berpartner

Memiliki partner dapat membantu menguji dan mengasah ide yang kami miliki karena terkadang jika kami hanya sendiri dan hanya ada tim, tidak ada yangg berani membantah atau memberikan pemikiran lain. Hal lain mungkin lebih ke pembagian tanggung jawab; saya lebih ke marketing and management internal, dan Edo lebih ke bagian kreatif. Klien jadi bisa memilih untuk berdiskusi dengan salah satu dari kami.

Tips menemukan partner bisnis yang cocok

- Cocok sebagai teman baik belum tentu cocok menjalani bisnis. Jadi, harus punya visi dan misi kerja yang sama.
- Komunikasi sangat penting. Jadi kalau merasa mudah dan "nyambung", hal itu menjadi salah satu indikasinya.
- Jujur. Itu penting sekali dimiliki oleh semua yang ingin berpartner.

ASTARI HASLIM & TAUFIK MARASABESSY DARI KHAYALKINI - DEKORASI


Foto oleh Khayalkini.

Cerita awal Khayalkini didirikan

Khayalkini diambil dari dua kata, yaitu "khayal" dan "kini". "Khayal" dalam Bahasa Indonesia berarti "dalam angan-angan" dan "kini" diambil dari Bahasa Hawaii yang artinya "setinggi-tingginya". Saya bertemu dengan Taufik sudah lama sekali, dari sejak kuliah dan Taufik memang sempat melanjukan pendidikan di Amerika Serikat. Ketika dia kembali dan sempat kerja di sebuah kantor, dia sempat mempekerjakan Flora Lines, yang notabene milik ibu saya, untuk mendekorasi acara perusahaan tempat Taufik bekerja. Setelah itu, Taufik mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, dan akhirnya kami berdua merasa, "Seru juga nih kerja bareng." So, here we are!

Hal positif yang didapat dari mendirikan bisnis dengan berpartner

Kami berdua bisa saling bantu berkenaan dengan merancang, menyusun penawaran (quotation), bahkan untuk bekerjasama dengan klien. Selama ini sepertinya kami tidak pernah ada rasa "tidak enakan". Taufik itu sangat people's person, sedangkan saya agak suka bingung berinteraksi dengan orang baru. Jadi, biasanya Taufik, yang super friendly, akan menangani klien dulu, kemudian saya akan mengikuti setelahnya.

Tips menemukan partner bisnis yang cocok

Saling mengerti satu sama lain berkenaan dengan batas limitasi dari keduanya, serta terbuka juga akan hal-hal yang dirasakan maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan finansial bisnis Anda.

Sudah menemukan business partner yang cocok dan ingin memulai bisnis bersama? Simak tips memulai bisnis pernikahan dengan modal kecil pada tautan ini.

Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]