“The Business Resource For Wedding Entrepreneurs”

Business Tips : Client Relations

Inspirasi Tren New Normal Wedding Untuk Direkomendasikan Kepada Klien

[[ 1593741600 * 1000 | amDateFormat: 'll']] | 452 views

Di fase new normal ini, semua orang mulai bisa beraktivitas kembali dengan tetap memperhatikan kesehatan, kebersihan, serta saling berjaga jarak dengan orang lain. Namun, semenjak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19, hingga kini penyelenggaraan acara pernikahan masih dibatasi, salah satunya dengan menjaga kapasitas tamu sebanyak 30% - 50% dari kapasitas gedung. Peraturan ini memaksa para pasangan calon pengantin untuk mengecilkan skala selebrasi pernikahan mereka, bahkan menundanya. Tentunya perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi tren pernikahan. Berikut beberapa inspirasi new normal wedding yang bisa Anda rekomendasikan kepada klien.

1. SEATED WEDDING


Foto oleh Mata Zoe

Seated wedding sangat disarankan karena, dengan penyajian makanan yang dihadirkan langsung di hadapan para tamu ketika mereka duduk, dipastikan lebih higienis. Biasanya seated wedding terdiri dari 10 kursi, namun dalam kondisi new normal ini, seated wedding sebaiknya hanya terdiri dari empat hingga lima kursi saja agar lebih berjarak. Jangan lupa untuk selalu memberikan sentuhan berestetika untuk centerpiece di atas meja makan, seperti bunga segar atau lilin artisan.

2. ARANSEMEN CAIRAN PEMBERSIH TANGAN DI SETIAP SUDUT


Foto oleh thekrazycouponlady.com

Baik sebagai vendor venue maupun wedding organizer, Anda perlu memerhatikan kebersihan dan kesehatan di lokasi pernikahan, para kru yang bertugas, dan tentunya kedua mempelai beserta keluarga hingga tamu yang datang. Sediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di lokasi pernikahan di beberapa sudut, seperti di pintu masuk, dekat display makanan, maupun dekat pelaminan. Cairan pembersih tangan juga bisa dijadikan ide suvenir. Jika Anda adalah vendor suvenir atau seserahan, Anda bisa membuat konsep botol cairan pembersih tangan yang unik sesuai tema pernikahan.

3. PONDOKAN ATAU MAKANAN DALAM KEMASAN


Foto oleh Derek Smietana

Mungkin beberapa pasangan calon pengantin di luar sana tetap memilih standing party untuk pernikahan mereka. Rekomendasikan kepada klien untuk menghindari konsep prasmanan dan menggantinya dengan opsi pondokan. Wedding organizer maupun pengurus gedung pernikahan tentunya perlu memperhatikan jarak tamu saat mengantri pondokan. Jika ingin lebih aman dan bersih, pertimbangkan juga mengemas makanan untuk dibawa pulang tamu dan dinikmati di rumah masing-masing.

4. PESTA OUTDOOR


Foto oleh everydatpartymag.com

Pesta outdoor lebih disarankan daripada indoor karena memiliki sirkulasi udara yang lebih baik daripada di ruangan tertutup. Jangan lupa untuk mengingatkan kepada klien bahwa akan ada tambahan biaya untuk tenda atau tempat berteduh jika hujan. Pihak venue atau wedding organizer sebaiknya juga siap untuk menyediakan beberapa sudut mencuci tangan untuk para tamu undangan, seperti dekat pelaminan dan dekat katering, untuk mencegah penumpukan antrian.

5. FOTO GRUP "PHYSICAL DISTANCING"


Foto oleh Journal Portraits

Pasangan pengantin tentunya memiliki jumlah keluarga atau kerabat yang tidak sedikit. Namun, menjaga jarak merupakan hal yang perlu dilakukan saat ini dan dalam kegiatan apapun. Sebagai vendor fotografi, Anda bisa mengakalinya dengan mengatur posisi mereka agar berjarak namun dengan konsep yang unik dan artistik dengan cara wide-angle agar semua subjek tertangkap dalam momen tersebut.

6. PRIORITASKAN UNDANGAN DIGITAL


Undangan digital oleh Anyelir Studio

Bagi Anda para vendor undangan, sebaiknya Anda semakin menggencarkan penawaran undangan digital kepada klien untuk meminimalisir kontak fisik yang terjadi jika undangan dikirim. Jika klien tetap menginginkan undangan fisik, tawarkan untuk menambahkan tisu beralkohol di setiap undangan yang akan dikirimkan.

7. AN INTIMATE MICROWEDDING


Foto oleh Mata Zoe

Menyarankan klien Anda untuk merayakan pernikahan dengan konsep microwedding yang intim merupakan hal yang paling memungkinkan untuk saat ini karena jumlah tamu bisa dibatasi. Microwedding memang berarti memperkecil skala pernikahan, namun bukan berarti Anda tidak bisa berkreasi secara maksimal untuk mewujudkan pernikahan klien yang berkesan. Cek artikel ini untuk mendapatkan tips menyukseskan pernikahan klien yang diperkecil skalanya.


8. ANGPAO NON-TUNAI ATAU HADIAH YANG DIKIRIM


Wedding registry oleh ducksnarow

Angpao non-tunai juga sebaiknya direkomendasikan untuk klien Anda. Vendor undangan dapat mencantumkan QR code pada undangan digital klien Anda. Begitu pula dengan hadiah, Anda dapat menyarankan klien Anda untuk menerapkan wedding registry. Wedding registry merupakan daftar barang kebutuhan yang dibuat oleh calon pengantin sebagai referensi untuk para undangan ketika mencari hadiah untuk kedua mempelai. Pemberian hadiah juga semakin mudah karena semakin banyak toko online yang dapat langsung mengirim kado tersebut ke rumah kedua mempelai. Hadiah yang diberikan dapat berupa kebutuhan rumah tangga, seperti perabotan, dekorasi, elektronik rumah tangga, atau voucher bulan madu.

Sebagai vendor pernikahan, keselamatan tim Anda dan juga pihak pengantin adalah hal yang utama. Cek artikel ini untuk menyesuaikan dengan kebijakan dan rekomendasi pelaksanaan new normal wedding yang disarankan oleh beberapa lembaga pemerintahan dan asosiasi swasta.

Join The Conversation
Read [[blogCommentsCtrl.commentsMeta.total]] Comments
[[ comment.createdAt | amDateFormat: 'll | HH:mm']]

[[comment.account.data.accountable.data.businessName]] [[comment.account.data.accountable.data.fullName]]

[[ comment.content | extractEmoji ]]